Selasa, 12 April 2011

Cara membuat olahraga menjadi waktu yang menyenangkan untuk anak.

Hampir 30 tahun belakangan ini, jumlah pengidap obesitas pada anak-anak terus melonjak hampir tiga kali lipat. Kita pasti tak ingin buah hati masuk dalam angka yang melonjak itu.


Sebenarnya caranya sangat mudah, kita hanya cukup membuat si kecil tetap aktif. Dan tak perlu membawanya ke pusat kebugaran atau mengikuti kelas olahraga tertentu, cukup cari aktivitas yang membuat kita dan anak tetap aktif.
Langkah terbaik untuk membuat anak kita aktif adalah dengan membuat diri kita sendiri aktif terlebuh dahulu, ujar Brian Grasso, pendiri dan CEO dari International Youth Conditioning Association (IYCA). Jika ibu dan ayah tidak atktif, anak juga tidak akan aktif. Selalu sediakan setidaknya 15 menit setiap hari untuk melakukan ‘Olahraga Keluarga’ secara bersama, seperti halnya melakukan sarapan, makan malam, ataupun waktu mandi.
Anak-anak sangat menyukai lingkungan olahraga dimana mereka bisa melakukan eksplorasi pada setiap gerakan mereka. Jadi, ciptakanlah waktu olahraga yang menyenangkan, kreatif, dan berorintasi pada gerakan, Kuncinya adalah kita harus bisa melihat olahraga tidak dalam kaca mata orang dewasa. Harus menyenangkan, tambah Grasso.
Bagaimana jika anak kita sudah sedikit besar dan belum menjadikan olahraga sebagai bagian hidup mereka? Tenang. Anda belum terlambat, dan kita bisa memulainya secara perlahan. Awalilah program olahraga bersama cukup selama 1-2 menit saja, sebab jika lebih dai itu akan terasa seperti ‘PR’. Lakukan peningkatan lama latihan jika kita sekeluarga merasa senang dan nyaman.
Si kecil tergila-gila dengan video game? Manfaatkan hobi mereka sebagai salah satu langkah untuk mengajak mereka berolahraga, seperti Nintendo Wii Sport atau Dance Revolution. Ternyata, tidak hanya dapat memberikan manfaat secara psikologis saja, permainan seperti ini bisa menjadi olahraga dengan intensitas yang cukup, jelas Jessica Matthews, continuing education coordination untuk American Council on Exercise (ACE).  Hobi si kecil ini bisa hadir tidak hanya sekedar aktivitas fisik belaka, melainkan juga sebagai permainan pengganti.
Mengikuti kelas olahraga atau aktivitas usai sekolah juga merupakan cara yang juga ampuh untuk membuat si kecil tetap bergerak, ujar  Matthew. Pastikan kita bisa memilih sesuatu yang si kecil mau, bukan hanya sesuatu yang kita pikir mereka harus lakukan. Kita bisa mencoba seni bela diri, sepak bola, berenang, atau bulu tangkis.
Sudah tahu bagaimana cara mengajak anak untuk berolahraga? Kini saatnya si kecil untuk bergerak. Selamat berolahraga! (Astrid Anastasia)